CEMARA UDANG

Cemara Udang (Casuarina Equisetifolia)

Cemara Udang nama ilmiah (Casuarina Equisetifolia) atau yang lebih dikenal dengan Cemara Udang. Pohon yang berasal dari Asia Tenggara dan Australia Utara ini menyebar di sepanjang pesisir pantai wilayah Indonesia, menjulang dengan megah. Tumbuhan ini memiliki daun dengan ujung yang lancip seperti jarum dan memiliki batang yang besar serta keras. Seperti pohon cemara pada umumnya, cemara udang memiliki bentuk serupa, daunnya lebat dan tajam. Yang berbeda hanya batangnya yang meliuk-liuk menambah sisi keindahan dari cemara udang tersebut. Daun dari cemara udang pun dapat dibentuk sesuai keinginan. Cemara udang memiliki daun yang kecil-kecil, silindris, dan bersisik, biasanya berwarna hijau muda hingga ke abu-abuan. 

Batang pohon cemara udang berwarna cokelat kemerahan hingga abu-abu. Akar dari pohon ini sangat rapat, dapat mencengkram substrat yang tidak stabil seperti pasir. Akarnya yang kuat dapat menopang pohon ini untuk tetap tegak ketika terjadi badai dikawasan pesisir, bahkan pohon ini mampu menahan terpaan angin yang kencang, sehingga ia dapat melindungi daerah dibelakanganya dari ancaman angin juga.

Pohon ini juga bisa berbuah seperti pohon cemara pada umumnya yang cenderung keras dan berduri. Buahnya yang masih muda berwarna kehijauan, sementara buah yang sudah mengeluarkan biji akan berubah menjadi cokelat gelap. Didalam buah tersebut terdapat biji yang kecil seukuran biji cabai yang memiliki sayap. Dalam satu buahnya terdapat 7-9 biji yang ketika buah itu pecah, biji tersebut akan terbang dan disebarkan oleh angin.

Cemara Udang adalah tumbuhan yang dapat mencapai ketinggian 35 meter, dengan dedaunan hijau berbentuk seperti jarum, serta memiliki kayu berwarna pucat abu2 hingga hitam kecoklatan dan memiliki kayu yang sangat keras. Tumbuhan ini dinilai mudah beradaptasi dengan semua jenis tanah dan toleran terhadap unsur garam. Cemara Udang umumnya dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi. Pohon ini ditemukan dari daerah tropis dan subtropis semi-kering hingga subhumid, biasanya di dekat permukaan laut tetapi berhasil dibudidayakan pada ketinggian hingga 1.400 meter

Cemara Udang / laut memiliki nama ilmiah Casuarina equisetifolia L., memiliki banyak sebutan dalam bahasa inggris seperti Australian pine tree, Australian pine, Australian beefwood, Coast she oak, Coast sheoak, Horsetail tree, dan Beach casuarina. Casuarius casuarius dari Australia.

Casuarina equisetifolia L, dengan casuarina merupakan bahasa latin dari kasuari yang mengacu pada burung kasuari (Casuarius casuarius) dari Australia. Cemara laut adalah tanaman asli daerah tropis dan subtropis hangat di Asia Tenggara dan Australia.

Persebarannya mulai dari Australia Utara sampai Malaysia, Myanmar Selatan, Thailand, Melanesia dan Polynesia. Casuarina equisetifolia L, juga banyak di budidayakan di semenanjung India. Saat ini cemara laut juga sudah dapat kita jumpai di wilayah Eropa seperti Prancis, Italia dan Rumania.

Nama cemara laut tentu sudah sangat menjelaskan lokasinya tinggal yakni habitat terbuka seperti pesisir pantai dan laut, baik pantai yang berbatu atau pun bukit berpasir. Pohon ini tidak hanya mempercantik atau memperindah pesisir pantai saja, dan menjadi peneduh untuk orang yang berwisata.

Keberadaan jenis cemara ini sangat berpengaruh dalam menahan dan menghambat laju abrasi dan gelombang ombak. Pohon cemara laut dapat ditanam di berbagai jenis tanah, kecuali tanah liat.

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan Harjadi (2017) menjelaskan bahwa cemara udang merupakan satu-satunya tanaman pionir yang mampu tumbuh pada daerah dekat pantai untuk melindungi areal pertanian di kawasan pesisir agar terlindungi dari bahaya abrasi dan hembusan angin laut. Karena sangat berpotensi untuk rehabilitasi lahan dan konservasi tanah pantai berpasir, cemara udang dapat dikategorikan sebagai jenis pohon serbaguna atau Multi Purpose Tree Species (Syamsuwida, 2005).

Pemuliaan pohon cemara udang dengan pemilihan jenis unggul yang lebih tahan terhadap gangguan Hama Penyakit Tanaman (HPT) dengan propagasi/perbanyakan umumnya dengan biji, walaupun stek juga mulai banyak digunakan, diharapkan hasil dari pemuliaan modern tersebut yaitu menghasilkan kualitas kayu yang baik seperti batang monopodial dengan diameter besar, luas dan bentuk tajuk maupun percabangan yang baik untuk pemecah angin, perakaran kuat, dan perkecambahan semai lebih cepat, sehingga hasil lebih menguntungkan (Nurahmah, 2007).

Menurut Winarni dan Adriana (2004), cemara udang merupakan salah satu jenis tanaman yang terbukti mampu tumbuh di lahan pantai dengan baik dan cocok untuk dikembangkan dalam rangka rehabilitasi lahan pantai. Pemuliaan untuk memperoleh bibit yang unggul sebagai upaya meningkatkan presentase tumbuh tanam dapat dilakukan dengan hibridiasi/perkawinan silang dan mutasi atau rekayasa genetik agar nantinya cemara udang dewasa lebih kokoh dan tajuk lebih rimbun, salah satu alternatif usahanya yaitu melalui teknik kultur jaringan tanaman.

Mengenal Pohon Cemara Udang

Sebenarnya cemara udang dengan cemara laut adalah tanaman yang sama, tetapi pada umumnya cemara udang sudah dibentuk sedemikian rupa seperti di bonsai yang menghasilkan bentuk yang unik, dan sering di sebut cemara udang. Dengan dibentuknya cemara udang banyak yang memanfaatkan tanaman ini sebagai tanaman hias di halaman rumah maupun di dalam rumah (indoor/outdoor). Tanaman ini dapat di tanaman di dalam pot maupun langsung pada tanah.

Ciri-ciri Pohon Cemara Udang Casuarina equisetifolia

Cemara Udang atau cemara laut (Casuarina equisetifolia) dikenal dengan ciri-ciri uniknya yang membuatnya menonjol di antara tanaman lain. Pohon ini memiliki daun yang mirip jarum dengan panjang sekitar 15 hingga 30 cm. Daun ini tumbuh rapat di rantingnya, memberikan penampilan yang hijau dan lebat. Batangnya kuat dan berwarna abu-abu kecokelatan, menciptakan struktur yang kokoh dan tangguh.

Akar

Jenis dari akar cemara udang adalah akar tunggang, denga warna akar keknuningan atau putih kotor. Seperti pada umumnya akar, akar ini berfungsi untuk menyerap nutrisi dan air dalam tanah dan juga untuk menompang pohon.

Batang

Batang dari cemara udang karena sudah termodifikasi jadi memiliki bentuk yang berliuk liuk / melengkung lengkung. Aslinya ceara udang adalah cemara laut yang dimodifikasi yang mana bentuk asli cemara laut adalah tegak lurus dengan diamater kurang lebih mecapai 100 cm / 1m. Batangnya memiliki bercabangan ranting yang cukup banyak yang menyerupai jarum dengan panjang kurang lbeih 30 cm. Pada bagian luar kulit cemara udang berwarna dari abu-abu coklat hingga coklat gelap, dan pada bagian dalam kulit memiliki warna kemerahan. Tekstur pada bagian luar batangnya memiliki bentuk yang berbeda pada umur muda dengan tua. Pada saat masih muda memiliki karalter tekstur yang masih halus, dan saat sudah berumur tua batangnya memiliki tekstur yang lebih kasar, tebal, dan juga beralur.

Daun

Daun dari cemara udang memiliki bentuk seperti jarum yang memiliki susunan melingkar antara 6-10 helai pada setiap ruasnya, dengan warna daun yang hijau keabu-abuan. Daunnya cukup mudah gugur jika terkena angin.

Buah dan Biji

Buah
Buah dari cemara udang memiliki bentuk kerucut dan bulat memanjang. Yang mana didalam bauh tersebut terdapat banyak biji. Tanaman ini termasuk tumbuhan yang memiliki organ pembawa biji yaitu runjung atau cone atau bisa disebut tumbuhan runjung atau konifer.

Manfaat Pohon Cemara Udang Casuarina equisetifolia

Cemara Udang tidak hanya memberikan keindahan alam, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat praktis. Beberapa manfaat utamanya meliputi:

1. Untuk Tanamana Hias

Cemara Udang atau laut sudah banyak dikenal oleh masyarakat dan dimanfaatkan sebagai tanaman hijaun, tanaman hias untuk rumah, taman, maupun tepi jalan. Banyak masyarakat yang menyukai tanaman satu ini karena bentuknya yang unik dan cantik yang sangat berguna untuk mempercantik lingkungan.

2. Nilai Ekonomis

Cemara udang atau laut memiliki manfaat ekonomis karena tanaman ini dapat di olah buahnya yang mengandung vitamin C, dan menurut penelitian dapat digunakan sebagai bahan utnuk mencerahkan kulit karena kandungan antioksidan pada buahnya.

3. Tempat Wisata

Pada tempat tempat yang banyak tumbuh dengan alami atau di tanamai oleh manusia dengan pohon Cemara Udang Atau Cemara Laut ini, tempat itu terlihat sangat menarik untuk di kunjungi karena memiliki view yang indah yang dapat menyegarkan mata yang memandang, untuk anak muda mungkin bisa dijadikan tempat berfoto dengan background alam yang indah.

Habitat Cemara Udang
Habitat Cemara Udang paling banyak dapat di temukan pada pesisir pantai, tetapi tidak hanya di pesisir pantai saja tanaman ini juga dapat ditemukan tumbuh pada tanah rawa dan tanah kering. Untuk sekarang ini cemara udang ataupun cemara laut dapat ditemukan dengan mudah karena banyak dibudidayakan untuk tanaman hijau hingga tanaman hias. Banyak yang menjadikan tanaman ini sebagai tanaman indoor dan atau outdoor karena bentuknya yang menarik. 

Cemara udang sendiri dapat tumbuh dengan dengan alami pada wilayah yang dengan kandungan unsur hara dan air sedikit pada tanah. Hal ini dikarenakan cemara udang dapat bersimbiosis dengan bakteri frankia yang membuat fiksasi nitrogen secara langsung, dan dapat meningkatkan unsur hara pada tanah sehingga membuat tanah yang di tumbuhi kualitasnya meningkat. Untuk dapat tumbuh dengan baik tanaman suhu rata – rata adalah pada kisaran 10-35 derajat celsius, dengan curah hujan rata-rata tahunan 700-2000 mm, dan banyak dibudidayakan dan tumbuh pada dataran dengan ketinggian hingga 1.400 meter di atas permukaan laut.

Taksonomi dan Klasifikasi Pohon Cemara Udang

Famili Casuarinaceae

Cemara Udang termasuk dalam famili Casuarinaceae, sebuah keluarga tumbuhan yang mencakup sejumlah besar spesies pohon dan semak. Dalam taksonomi, pohon ini diberi nama ilmiah Casuarina equisetifolia, menunjukkan kedekatannya dengan kelompok tanaman tertentu.

Klasifikasi Pohon Cemara udang

KingdomPlantae
SubkingdomTracheobionta
SuperdivisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
SubkelasHamamelidae 
OrdoCasuarinales 
FamiliCasuarinaceae
GenusCasuarina 
SpesiesCasuarina equisetifolia L.
Tabel klasifikasi taksonomi pohon cemara laut (Casuarina equisetifolia).

Cara Penanaman dan Perawatan yang efektif

Penanaman Cemara Udang memerlukan perhatian khusus untuk memastikan pertumbuhan yang optimal. Berikut adalah langkah-langkah untuk penanaman yang efektif:

  1. Pilih Lokasi yang Sesuai: Pastikan tanah memiliki drainase yang baik dan pohon dapat menerima sinar matahari yang cukup.
  2. Persiapkan Tanah dengan Baik: Tanah yang subur dan kaya nutrisi akan mendukung pertumbuhan yang sehat.
  3. Pentingnya Penyiraman: Tetapkan jadwal penyiraman teratur, terutama selama musim kering

Perawatan Rutin

Cemara Udang adalah tanaman yang relatif mudah perawatannya, tetapi beberapa langkah perawatan rutin diperlukan:
  1. Pemangkasan yang Tepat: Lakukan pemangkasan untuk mempertahankan bentuk pohon dan merangsang pertumbuhan baru.
  2. Pupuk Berkala: Berikan pupuk seimbang secara berkala untuk memberikan nutrisi yang diperlukan.

Pengendalian Erosi

Sistem akar tunggang yang kuat membantu mencegah erosi tanah, menjaga kestabilan disekitar tempat atau tanah yang di tanaman cemara laut ini.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

POHON BERINGIN