BERINGIN KIMENG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BERINGIN KIMENG

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Ficus microcarpa, juga dikenal sebagai beringin
Cina, beringin Malaysia, pohon salam India, tirai ara, bonsai
kimeng atau gajumaru (ガジュマル),[4] adalah pohon dalam
keluarga ara Moraceae. Ini asli dalam
kisaran dari Cina melalui Asia tropis dan Kepulauan Caroline ke
Australia.[5] Banyak ditanam sebagai
(pohon peneduh)[6] dan sering salah diidentifikasi
sebagai F. retusa atau
sebagai F. nitida
Beringin kimeng atau Kimeng (Ficus microcarpa)
adalah salah satu keluarga Ficus dan masih dalam keluarga ara Moraceae. Tanaman
ini asli dari Cina dan tersebar luas ke Asia tropis hingga Australia.
Beringin kimeng memiliki banyak nama sinonim di internasional, nama-nama itu termkasuk Chinese Banyan, Malayan Banyan, Indian Laurel, Curtain Fig, dan Gajumaru. Pohon Beringin kimeng sering ditanam sebagai pohon perdu ditepi-tepi jalan dan pohon pelindung, tak sedikit juga yang menggunakannya sebagai tanaman hias dalam pot (bonsai).
Pohon Beringin kimeng sendiri pertama kali dideskripsikan pada 1782 oleh Carl Linnaeus the Younger. Pada tahun 1965, EJH Corner memberi nama baru untuk penyebutan pohon Hill's Weeping Fig, yaitu Ficus microcarpa var. hillii sebagai varietas Ficus microcarpa.
Kimeng adalah pohon yang tumbuh meliar di wilayah Asia tropis, ketinggian pohon dewasa umumnya adalah 13-15 meter dengan kulit kayu berwarna abu-abu muda yang halus dan daunnya tertata rapih dengan panjang sekitar 5-6 cm perlembar daun. Jika kondisinya menguntungkan, pohon Beringin kimeng dapat tumbuh besar dan menghasilkan akar penyangga dalam jumlah besar.
Spesies Beringin kimeng terbesar yang diketahui adalah Auntie Sarah's Banyan di Kebun Raya Menehune di Kauai, Hawaii yang tingginya 33,53 meter dengan penyebaran dahan dan ranting seluas 76,2 meter, serta memiliki lebih dari 1.000 akar penyangga.
Pohon kimeng membutuhkan iklim tropis yang hangat dan suasana tanah yang lembab. Namun ia juga bisa bertahan pada suhu mendekati 0 °C. Spesies ini umumnya mendiami hutan hujan tropis, tepi sungai, pantai, rawa dan hutan bakau.
Saat ini Beringin kimeng didistribusikan secara luas sebagai tanaman hias (meliputi Afrika Utara, Irak, Pakistan, Jepang, Hawaii, Florida, Amerika Tengah dan Selatan) dan merupakan salah satu pohon perdu paling umum di daerah beriklim hangat.
Di banyak tempat, pohon Beringin kimeng dapat tumbuh di celah-celah dinding, bangunan, dan elemen batu lainnya. Tampaknya spesies ini menunjukkan toleransi yang baik terhadap kelembaban tanah, sulfur dioksida, timbal kadmium, serta garam.
Di Brazil pohon Beringin
kimeng telah digunakan sejak abad ke-19, ketika diperkenalkan oleh
arsitek Auguste François Marie Glaziou ke berbagai taman di Rio de Janeiro.
Pohon-pohon Kimeng yang dibawa dan ditanam oleh Auguste
François Marie Glaziou mulai terlihat membesar setelah tahun 1970-an. Pohon Beringin
kimeng yang masih muda dianggap sangat agresif, karena mereka dapat
tumbuh dimanapun meski hanya sedikit tanah atau tanpa tanah sekalipun.
Ciri Ciri Buah Beringin Kimeng
Buahnya berbentuk
seperti kebanyakan pohon Ficus, itu nampak seperti berry kecil yang muncul pada
setiap ujung ranting. Berwarna hijau saat muda dan kuning, oranye hingga
kemerahan saat matang.
Ciri Ciri Pohon Beringin Kimeng Di Alam Liar
1. Dihabiatnya,
pohon Beringin kimeng menempati lokasi yang dekat dengan
perairan. Itu karena pohon ini menyukai tanah yang lembab, ia juga tahan
terhadap sinar matahari yang terik ataupun tempat yang teduh dibawah naungan
pohon-pohon yang lebih besar.
2. Akar Beringin
kimeng yang kuat dapat menghancurkan apapun disekitarnya, seperti
aspal, beton, dll. Maka di banyak kota di dunia tidak lagi merekomendasikan
penanaman pohon kimeng di tepi jalan yang sempit atau
disamping bangunan. Untuk semakin mempermudah lagi membedakan beringin biasa
(beringin lokal) dengan Beringin kimeng, dibawah ini CCP sudah
buatkan gambar perbandingannya yang bisa kita lihat seksama.
3. Diluar negeri, Beringin
kimeng dikenal dengan sebutan Ficus Tiger Bark yang artinya
"Beringin Batang Harimau". Jelas terlihat, corak batang Beringin
kimeng memang lebih nyata (kereng) dibandingkan beringin lokal. Corak
batang totol-totol putih itulah yang membuat negara berbahasa Inggris
menyebutnya Ficus Tiger Bark.
4. Selain dari perbedaan di batangnya, dedaunan antar keduanya pun jauh berbeda apabila dua pohonnya disandingkan sejajar seperti foto diatas. Daun Beringin kimeng cenderung rapih,tidak bergerombol padat, dan umumnya mengarah ke atas (up leaf) sedangkan daun beringin biasa lebih berantakan, bergerombol padat, dan menjuntai ke arah bawah (down leaf).
Cara Memperbanyak /
Budidaya Beringin Kimeng
Hampir setiap pohon dari keluarga Ficus mudah untuk diperbanyak, itu bisa dengan cara stek batang, stek pucuk, cangkok, hingga semai biji. Cara paling umum yang banyak digunakan untuk membudidayakan pohon kimeng ialah dengan cara cangkok dan stek pucuk.
Manfaat
Pohon Beringin kimeng
Pohon Beringin
kimeng digunakan dalam pengobatan tradisional di India, Malaysia, Cina
dan Jepang. Di Jepang, kulit kayu, akar penyangga, dan daun kering digunakan
secara tradisional untuk menyembuhkan demam. Sementara di Cina digunakan secara
tradisional untuk mengobati flu, malaria, bronkitis dan rematik. Sifat
farmakologis dari pohon Beringin kimeng akan mencakup
aktivitas antioksidan, antibakteri, antikanker dan anti diabetes.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar